Aku Yang Tak Tahu Diri
Aku Yang Tak Tahu Diri
Tak bisa di pungkiri setiap perjalanan hidup kita selalu di suguhkan dengan berbagai macam suka dan duka. Selama napas masih berhembus, selama itu pula roda kehidupan senantiasa silih berputar.
Ada masa saat pipi di hujani air yang jatuh dari mata yang kian memerah sebab kesedihan yang mendalam. Ada masanya pula saat senyum di wajah kian merekah karena kebahagian yang tak terhingga.
Kadang kaki lelah untuk menopang raga guna melanjutkan langkah menghadapi kerikil tajam yang menghadang. Kadang hati gelisah mengkhawatirkan sesuatu yang tak pasti. Kadang diri ini ingin menjerit, mengumumkan pada khalayak bahwa yang di hadapi begitu berat.
Namun aku kian menyadari.
Betapa tak tahu dirinya aku. Saat di uji, diri begitu merengek kepada ilahi seolah yang di ujikan sangat menyiksa diri. Namun saat Allah kasih kebahagiaan, diri ini malah menjadi lalai, lupa kepada siapa sang pemberi kebahagian. Padahal kemarin saat hati di rundung duka, diri ini begitu romantis mendekat kepada-Nya, tapi saat hati rasakan bahagia, kenapa malah menjadi lupa.
Rabbi, maafkan diri ini yang tidak tahu diri.
Tak bisa di pungkiri setiap perjalanan hidup kita selalu di suguhkan dengan berbagai macam suka dan duka. Selama napas masih berhembus, selama itu pula roda kehidupan senantiasa silih berputar.
Ada masa saat pipi di hujani air yang jatuh dari mata yang kian memerah sebab kesedihan yang mendalam. Ada masanya pula saat senyum di wajah kian merekah karena kebahagian yang tak terhingga.
Kadang kaki lelah untuk menopang raga guna melanjutkan langkah menghadapi kerikil tajam yang menghadang. Kadang hati gelisah mengkhawatirkan sesuatu yang tak pasti. Kadang diri ini ingin menjerit, mengumumkan pada khalayak bahwa yang di hadapi begitu berat.
Namun aku kian menyadari.
Betapa tak tahu dirinya aku. Saat di uji, diri begitu merengek kepada ilahi seolah yang di ujikan sangat menyiksa diri. Namun saat Allah kasih kebahagiaan, diri ini malah menjadi lalai, lupa kepada siapa sang pemberi kebahagian. Padahal kemarin saat hati di rundung duka, diri ini begitu romantis mendekat kepada-Nya, tapi saat hati rasakan bahagia, kenapa malah menjadi lupa.
Rabbi, maafkan diri ini yang tidak tahu diri.
Tafakkur yang indah sebagai bentuk memperbaiki diri
BalasHapus