Bersama Hujan Kala Itu
Bersama Hujan Kala Itu
Angin semakin kencang menyapa, dingin semakin jelas terasa, dedaunan yang jatuh pun berhamburan terhempas angin, bahkan plastik hitam di tepi jalan melayang menujuku sebab tertiup angin.
Aku berteduh di salah satu warung, aku tak mau basah, aku menyerah dengan hujan yang kian lebat. Ragaku terasa sedikit lelah setelah menempuh perjalanan yang jauh, di tambah dengan macet yang cukup menguji kesabaran.
Hujan kala itu, perjalanan kala itu, menjadi kebersamaan terakhir sebelum jarak memisahkan. Teman seperjuangan kini harus terpisah sebab kita memilih jalan yang berbeda untuk menggapai cita cita kita.
Selamat berjuang kawan, meski tempat kita tak lagi sama, raga kita pun tak lagi sering bersama, tapi do'aku selalu yang terbaik untukmu.
Semoga kelak, saat Tuhan mempertemukan kita kembali, kita sudah menjadi orang yang kita harapkan sejak dulu, sudah menjadi orang yang hebat dalam mengejar cita cita kita.
Sekali lagi, untukmu, selamat berjuang.

Hujan selalu Punya segudang cerita dari para manusia yang berteduh darinya.
BalasHapusMemang pantas rasanya hujan itu disebut rezeki. Karena hujan banyak kehidupan yang menerima manfaat darinya, banyak juga pengalaman berharga yang di dapat saat hujan
BalasHapusHujan seringkali memberikan kenangan yang menghanyutkan ya ....
BalasHapusHujan jadi ingat kenangan hahh
BalasHapus