Kehidupan Santri

Kehidupan Santri

Selamat hari santri untuk seluruh santri seIndonesia, hari ini tanggal 22 Oktober menjadi peringatan hari santri nasional.

Peranan para santri sangat di butuhkan untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.

Menjadi seorang santri tentu bukan sesuatu yang mudah, ada banyak suka dukanya yang di rasakan santri, baik santri pondok maupun santri yang pulang pergi setiap hari (kalau di daerah saya di sebutnya santri ngalong / santri ansor)

Hal-hal yang mungkin di alami dan di rasakan santri pondok.

1. Teman 24 jam

Menjadi santri tidak akan merasa kesepian, sebab setiap saatnya selalu ada teman-teman di sekililing kita, dari pagi sampai malam, malam sampai pagi lagi selalu ada teman bersama kita.
Mengaji bareng-bareng, sekolah bareng-bareng, makan bareng-bareng,  bersih-bersih bareng-bareng, bahkan cuci pakaian pun bareng-bareng.

Teman adalah perawat saat kita sedang sakit, saat kita sakit maka temanlah yang jagain kita, perhatian sama kita, merawat kita, Dan sebaliknya juga kita pun menjadi perawat saat teman sedang sakit.

Begitulah segala sesuatu di lakukan  bersama-sama dan inilah santri.

2. Sering mengantuk

Dengan banyaknya aktivitas yang di lakukan para santri. Dari mulai bangun sebelum subuh dan baru bisa tidur sekitar jam 21.00 malam bahkan lebih, ini mungkin menjadi salah satu alasan kenapa santri mudah sekali merasakan mengantuk di kelas. Dengan segala aktivitas dari mulai piket di asrama, sekolah, mengaji yang 3-5 kali sehari, banyaknya hapalan, dan banyaknya tugas yang harus di kerjakan oleh para santri.

Ada yang mengantuk saat mengaji, ada yang tidur di sekolah, juga ada yang mengantuk saat wirid salat. Itulah santri.

3. Budaya antre

Antre adalah salah satu budaya yang tak lepas dari santri. Mau makan antre, ke kamar mandi antre, mau setrika pakaina antre, bahkan mau cuci baju pun suka antre. Apa-apa selalu antre dan itulah santri.

4. Surat menyurat

Kebanyakan pesantren pasti tidak memperbolehkan santri membawa hp ke pondok. Jadi bukan chatingan, bukan teleponan, tapi surat menyurat yang di lakukan santri. Biasanya surat menyurat itu sering di lakukan antara santri putra dan santri putri. Dan surat menyurat ini  santri lakukan secara diam-diam agar tidak di ketahui pengurus.

5. Habis bekal

Santri akan di bekali uang oleh orang tuanya, dan kehabisan bekal ini adalah sesuatu yang cukup membuat galau. Kemudian santri sangat menanti orang tuanya menjenguk ke pondok atau mengirimkan uang.

6. Hukuman

Banyaknya peraturan yang di terapkan di pesantren, dan kalau kita melanggar maka siap-siap untuk mendapat hukuman.

Seperti kalau ada yang telat ke mesjid atau masuk kelas di hukum dengan pukulan di telapak kaki atau telapak tangan menggunakan kayu, satu menit telat mendapat sepuluh pukulan dan berlaku kelipatan.
Ada yang ketahuan pacaran di beri hukuman jalan bebek di depan para santri lainnya.
Dan hukuman-hukuman lainnya yang membuat santri berusaha patuh pada pelaturan yang ada.

7. Ingin pulang

Pulang adalah hal yang paling di rindukan dan di tunggu-tunggu oleh para santri, ada yang sampai nangis karena ingin pulang. Dan biasanya santri pulang ada yang sebulan sekali, pulang kalau libur semester sekolah, pulang ketika hari raya, atau bahkan ada juga yang pulangnya setahun sekali, itu tergantung peraturan di setiap pondok.

8. Rindu orang tua, keluarga dan kampung halaman.

Merindukan orang tua adalah salah satu hal yang terasa sangat berat, biasanya santri menelepon orang tua untuk sedikit mengobati rindunya.

Rindu keluarga, adik-adik di rumah, kakak dan seluruh anggota keluarga lainnya, dan ini yang menyebabkan santri ingin segera pulang.
Rindu pula kampung halaman, rindu teman-teman di kampung juga menjadi salah satu hal yang selalu di rindukan santri.

***

Itulah hal-hal yang mungkin di alami para santri pondok. Begitulah santri, waktu di pondok ingin pulang, tapi ketika sudah lulus dan menjadi alumni ingin kembali ke pondok, sebab rindu masa-masa menjadi santri.

Banyak hal yang kita bisa belajar saat menjadi seorang santri, belajar untuk mandiri, belajar disiplin, dan belajar saling memahami satu sama lain sebab dengan banyaknya perbedaan dari teman-teman satri. salah satunya perbedaan sikap di antara seluruh santri.

Menjadi santri adalah pengalaman yang istimewa, semoga para santri Indonesia tetap semangat dalam mencari ilmunya agar bisa berguna bagi agama dan bangsa.

Salam hangat untuk seluruh santri Indonesia dan selamat hari santri nasional.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian Yang Membuat Nyai Sadar

Sakinah Bersamamu

Apa Tujuan Hidup Kita?