Malam Yang Hampa






Malam Yang Hampa


kuhabiskan malam dengan monopang dagu, tubuhku kaku melalun tak menentu,  angin malam menusuk semakin mensunyikan hati yang sedang merasakan gejolak resah sebegitu dahsyat.

Ini malamku, terasa kelam, bulan yang terang tak aku anggap ada. Terasa malam gelap gulita tanpa cahaya secuilpun, padahal  bintang hadir berkelip untuk sedikit menghiburku, namun aku justru menghiraukannya. Aku merasa tenggelam dalam nestapa rasa yang gulana.

Esok, saat mentari terbit untuk menghangatkan bumi, aku ingin esok aku sudah sedikit tersenyum untuk hari yang baru, hati yang kelam harus segera aku tamatkan, hari yang baru harus segera aku gapai.
Iya, aku harus niatkan bahwa malam ini malam terakhir aku menikmati kelam, esok senyuman akan aku sunggingkan meski hati teramat sulit untuk di kuatkan. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian Yang Membuat Nyai Sadar

Sakinah Bersamamu

Apa Tujuan Hidup Kita?